Polres Rokan Hulu Berduka, Aipda Jhon Meydianto Sinaga Tutup Usia Setelah Berjuang Melawan Penyakit

ROKAN HULU – hallobintang.com – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Polres Rokan Hulu. Salah seorang personel terbaiknya, Aipda Jhon Meydianto Sinaga yang bertugas sebagai Banit 1 Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Rokan Hulu, meninggal dunia pada Kamis (2/7/2026) sekitar pukul 18.19 WIB setelah berjuang melawan penyakit yang dideritanya.

Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, rekan kerja, serta seluruh jajaran Polres Rokan Hulu. Sosok Aipda Jhon dikenal sebagai anggota Polri yang memiliki dedikasi tinggi, disiplin dalam menjalankan tugas, serta selalu mengedepankan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Almarhum mengembuskan napas terakhir di rumah kontrakannya yang berada di Jalan Pasir Baru, Desa Suka Maju, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu. Ia meninggalkan seorang istri, Andep Kiwanti, dan empat orang anak yang kini harus melanjutkan kehidupan tanpa sosok ayah dan kepala keluarga yang selama ini menjadi panutan.

Sebelum wafat, kondisi kesehatan Aipda Jhon Meydianto Sinaga sempat menurun saat menjalankan tugas piket di SPKT Polres Rokan Hulu pada 23 Juni 2026. Saat itu ia mengeluhkan sesak napas, batuk, demam, sulit tidur, hingga nyeri pada bagian dada. Melihat kondisinya yang terus memburuk, rekan-rekannya segera membawanya ke Rumah Sakit Surya Insani Pasir Pengaraian untuk mendapatkan penanganan medis.

Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan bahwa almarhum menderita Congestive Heart Failure (CHF) atau gagal jantung kongestif, yakni kondisi ketika kemampuan jantung memompa darah ke seluruh tubuh mengalami penurunan sehingga memerlukan penanganan intensif.

Selama empat hari, almarhum dirawat di ruang High Care Unit (HCU). Berkat penanganan tim medis, kondisinya sempat menunjukkan perkembangan yang cukup baik sehingga dipindahkan ke ruang VIP. Setelah dinilai stabil, pada 27 Juni 2026 dokter mengizinkannya pulang untuk menjalani masa pemulihan di rumah dengan tetap menjalani pengobatan dan kontrol kesehatan.

Meski demikian, kondisi tersebut ternyata tidak bertahan lama. Sejak Senin (29/6/2026), warga sekitar mulai menyadari bahwa almarhum tidak lagi terlihat beraktivitas di sekitar rumah kontrakannya. Biasanya, Aipda Jhon dikenal ramah dan sering berinteraksi dengan lingkungan sekitar sehingga ketidakhadirannya menimbulkan kekhawatiran.

Kecurigaan warga semakin besar ketika beberapa kali mencoba menghubungi almarhum namun tidak mendapatkan jawaban. Hingga akhirnya pada Kamis sore, seorang tetangga berinisiatif masuk ke dalam rumah melalui jendela karena pintu rumah terkunci dari dalam.

Betapa terkejutnya warga ketika menemukan Aipda Jhon sudah dalam keadaan meninggal dunia di dalam kamar mandi dengan posisi terlungkup. Temuan tersebut segera dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Personel Polres Rokan Hulu bersama petugas kesehatan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian dan proses evakuasi. Selanjutnya jenazah dibawa ke RSUD Kabupaten Rokan Hulu guna menjalani pemeriksaan visum sesuai prosedur.

Setelah seluruh proses selesai, pihak keluarga memutuskan membawa jenazah ke kampung halaman almarhum di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Di sanalah Aipda Jhon Meydianto Sinaga dimakamkan di tengah keluarga besar dan kerabat yang turut mengantarkan kepergiannya ke tempat peristirahatan terakhir.

Kepergian almarhum menjadi kehilangan besar bagi Polres Rokan Hulu. Selama bertugas di SPKT, ia dikenal sebagai personel yang penuh tanggung jawab, memiliki loyalitas tinggi terhadap institusi, serta tidak pernah mengabaikan tugas yang diembannya.

Bagi rekan-rekan sejawat, Aipda Jhon merupakan sosok yang sederhana, rendah hati, mudah bergaul, dan selalu siap membantu. Sikapnya yang bersahaja membuatnya dekat dengan sesama personel maupun masyarakat yang datang mencari pelayanan di SPKT.

Tidak sedikit masyarakat yang pernah mendapatkan pelayanan dari almarhum memberikan kesan positif atas dedikasi dan keramahannya. Hal itu menjadi bukti bahwa pengabdiannya sebagai anggota Polri dijalankan dengan penuh keikhlasan dan rasa tanggung jawab.

Duka atas kepergian Aipda Jhon juga dirasakan oleh seluruh jajaran Polres Rokan Hulu. Ucapan belasungkawa terus mengalir sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian yang telah diberikan selama bertugas.

Polres Rokan Hulu menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. Institusi berharap istri, anak-anak, dan seluruh keluarga besar almarhum diberikan ketabahan, kekuatan, serta keikhlasan dalam menghadapi cobaan yang berat ini.

Kepergian Aipda Jhon Meydianto Sinaga juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kesehatan, terutama bagi anggota kepolisian yang setiap hari menghadapi tuntutan tugas dengan tingkat mobilitas dan tekanan yang tinggi. Kondisi kesehatan yang prima menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Meski telah berpulang, semangat pengabdian yang ditunjukkan almarhum selama berdinas akan tetap dikenang. Rekam jejaknya sebagai anggota Polri yang disiplin, berdedikasi, dan mengutamakan kepentingan masyarakat menjadi teladan bagi personel lainnya.

Bagi keluarga, almarhum adalah sosok suami dan ayah yang penuh kasih sayang. Bagi institusi, ia adalah Bhayangkara yang mengabdikan hidupnya untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Sementara bagi rekan-rekan kerja, ia akan selalu dikenang sebagai sahabat yang baik hati dan dapat diandalkan.

Seluruh keluarga besar Polres Rokan Hulu pun mendoakan agar almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, diampuni segala khilafnya, diterima amal ibadahnya, serta keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi ketabahan dan kekuatan dalam menjalani hari-hari mendatang. Pengabdian Aipda Jhon Meydianto Sinaga akan tetap menjadi bagian dari sejarah dan kenangan yang tidak akan pernah terlupakan di lingkungan Polres Rokan Hulu.(*02/cinta)