HUT Ke-65 IKWI, Budaya Nusantara Jadi Perekat Solidaritas Keluarga Pers

JAKARTA – Memasuki usia ke-65 tahun, Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat solidaritas keluarga insan pers sekaligus berperan aktif dalam melestarikan kekayaan budaya Nusantara.

Pesan tersebut mengemuka dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 IKWI yang mengangkat tema “Bersama IKWI Kita Lestarikan Adat dan Budaya Daerah Indonesia”. Kegiatan digelar secara hibrida di Prof. Dr. Djajusman Auditorium & Performance Hall, LSPR Institute of Communication and Business, Sudirman Park Campus, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Peringatan tersebut tidak sekadar menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang organisasi yang berdiri sejak 19 Juli 1961. Lebih dari itu, HUT ke-65 IKWI menjadi ruang untuk memperkuat tali silaturahmi keluarga besar pers, meningkatkan kapasitas anggota, serta meneguhkan kepedulian terhadap keberlangsungan budaya daerah di tengah derasnya arus digitalisasi dan globalisasi.

Suasana perayaan semakin semarak dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari edukasi mengenai transisi energi hingga lomba fashion show busana adat Nusantara yang diikuti perwakilan IKWI dari 18 provinsi.

Ketua Umum IKWI Pusat, Indah Kirana, mengatakan perjalanan 65 tahun merupakan bukti panjangnya ketahanan dan konsistensi IKWI dalam mendampingi keluarga insan pers Indonesia.

Menurutnya, IKWI tidak ingin berhenti hanya sebagai organisasi yang menghimpun keluarga wartawan. Organisasi tersebut juga berupaya mengambil peran dalam pemberdayaan perempuan, pelestarian budaya, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Usia 65 tahun adalah bukti ketahanan dan konsistensi IKWI. Kami akan terus bertransformasi menjadi organisasi yang adaptif, berwawasan, serta memiliki keterampilan yang bermanfaat untuk mendukung profesi wartawan dan berkontribusi bagi masyarakat,” ujar Indah.

Ia menambahkan, perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat menghadirkan tantangan sekaligus peluang baru bagi keluarga insan pers. Karena itu, IKWI akan terus mendorong digitalisasi organisasi serta memperkuat ketahanan ekonomi dan mental keluarga wartawan.

Langkah tersebut dinilai penting agar keluarga insan pers memiliki kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman. Di sisi lain, penguatan kapasitas juga diharapkan dapat menciptakan keluarga yang lebih mandiri, tangguh, dan mampu menghadapi tekanan di tengah era disrupsi informasi.

Sebagai organisasi yang menghimpun istri wartawan, wartawati, istri karyawan, dan karyawati perusahaan pers, IKWI juga berkomitmen memperluas program pemberdayaan perempuan.

Program tersebut diwujudkan melalui berbagai pelatihan ekonomi kreatif, pendidikan, peningkatan keterampilan, serta kegiatan sosial. Dengan demikian, keberadaan IKWI diharapkan tidak hanya menjadi ruang silaturahmi, tetapi juga menjadi wadah untuk meningkatkan kualitas dan kemandirian anggotanya.

Apresiasi terhadap perjalanan dan kiprah IKWI juga disampaikan Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir. Ia menilai, selama lebih dari enam dekade, IKWI telah konsisten menjadi pendamping sekaligus sumber kekuatan bagi keluarga wartawan Indonesia.

Menurut Munir, di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan perubahan lanskap media, keberadaan keluarga memiliki posisi strategis dalam menjaga profesionalisme serta integritas insan pers.

“Dengan semangat kebersamaan, IKWI diharapkan terus menjadi pilar pendukung yang tangguh bagi keluarga pers Indonesia di tengah dinamika dan tantangan disrupsi informasi saat ini,” kata Munir.

Dalam kesempatan tersebut, Akhmad Munir tampak didampingi Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat Atal S Depari, Dewan Penasihat PWI Pusat Kemal Effendi Gani dan Basril Basyar, Wakil Ketua Dewan Pembinaan Daerah PWI Pusat Novrizon Burman, serta Wakil Ketua Departemen TNI dan Polri Musrifah.

Ketua Panitia HUT ke-65 IKWI, Rahmayulis Saleh, mengatakan pemilihan tema kebudayaan bukan tanpa alasan. Menurutnya, budaya merupakan salah satu identitas bangsa yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus.

Karena itu, peringatan HUT IKWI tahun ini dirancang tidak hanya sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai momentum untuk menumbuhkan kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga adat dan budaya daerah.

Puncak peringatan yang semula dijadwalkan bertepatan dengan hari lahir IKWI pada 19 Juli kemudian digeser menjadi 21 Juli. Penyesuaian tersebut dilakukan agar kegiatan dapat diikuti lebih banyak peserta dan perwakilan IKWI dari berbagai daerah di Indonesia.

“Kami ingin peringatan HUT tidak hanya menjadi ajang berkumpul, tetapi juga memberikan edukasi kepada anggota sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya bangsa,” ujar Rahmayulis.

Semangat edukasi juga diwujudkan melalui Webinar Nasional bertajuk “Transformasi Penggunaan Kompor Gas ke Listrik”. Webinar tersebut menghadirkan Direktur Ekonomi Celios, Nailul Huda, sebagai narasumber.

Kegiatan tersebut memberikan wawasan kepada anggota IKWI mengenai perkembangan transisi energi di Indonesia, termasuk tantangan dan peluang yang muncul dalam proses perubahan penggunaan energi rumah tangga.

Bagi IKWI, edukasi mengenai energi menjadi bagian penting dalam meningkatkan pengetahuan anggota. Terlebih, keluarga memiliki peran strategis dalam membangun pola penggunaan energi yang lebih bijak dan efisien di lingkungan rumah tangga.

Sementara itu, nuansa budaya semakin kuat melalui pelaksanaan Lomba Fashion Show Busana Adat Nusantara. Sebanyak 18 perwakilan IKWI dari berbagai provinsi tampil mengenakan busana adat dari daerah masing-masing.

Menariknya, peserta tidak hanya dituntut mampu memperagakan busana dengan percaya diri. Mereka juga harus menjelaskan filosofi, makna, dan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam pakaian adat yang dikenakan.

Penampilan tersebut dinilai oleh dewan juri yang terdiri atas desainer Nina Nugroho, Sonny Muchlison, dan Amy Atmanto.

Dari hasil penilaian, IKWI Provinsi Sumatera Barat berhasil meraih gelar Juara Umum atau Best Costume & Appearance sekaligus Best Performance.

Sementara itu, Juara I diraih IKWI Provinsi Riau, Juara II IKWI Provinsi Lampung, dan Juara III IKWI Daerah Istimewa Yogyakarta. Adapun penghargaan Best Catwalk diberikan kepada IKWI Provinsi Kepulauan Riau.

Ketua Umum IKWI Pusat Indah Kirana menegaskan, fashion show tersebut menjadi salah satu bentuk nyata komitmen organisasi dalam menjaga keberlangsungan budaya daerah.

Menurutnya, kemajuan teknologi dan derasnya arus budaya global tidak boleh membuat generasi muda kehilangan jati diri. Sebaliknya, perkembangan zaman harus diiringi dengan kesadaran untuk menjaga akar budaya bangsa.

“Tujuan fashion show ini agar anggota IKWI tetap melestarikan budaya adat daerah di tengah gempuran teknologi dan budaya asing, sehingga tetap lestari dari masa ke masa,” tegasnya.

Peringatan HUT ke-65 IKWI kemudian ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan panjang organisasi.

Momentum tersebut sekaligus menjadi refleksi bagi IKWI untuk terus melangkah ke depan dengan memperkuat solidaritas keluarga wartawan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperluas peran dalam pemberdayaan perempuan dan pelestarian budaya.

Di usia yang telah mencapai 65 tahun, IKWI menunjukkan bahwa keluarga pers memiliki ruang penting dalam perjalanan pers nasional. Dengan semangat kebersamaan, budaya Nusantara tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga menjadi perekat solidaritas dan sumber kekuatan untuk menghadapi tantangan masa depan.

Sinergi IKWI bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pun diharapkan semakin kuat dalam mendukung kemajuan pers nasional sekaligus membangun keluarga insan pers yang tangguh, berdaya, berwawasan, dan tetap berakar pada nilai-nilai budaya bangsa.

Acara yang dihadiri ratusan pengurus dan anggota IKWI dari berbagai daerah tersebut terselenggara atas dukungan Telkom Indonesia, LSPR Institute of Communication and Business, PLN, Kantor Berita ANTARA, Pegadaian, Paragon Corp, JNE, PT Nina Nugroho, Royal Gallery, Tarzan Photo & Bridal, serta sejumlah mitra lainnya.(*02/cinta)