Siak Raih Peringkat VI pada MTQ ke-44 Riau, Wabup Syamsurizal: Jadikan Motivasi untuk Berprestasi Lebih Tinggi

KUANTAN SINGINGI – Kabupaten Siak menorehkan capaian membanggakan pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-44 Tingkat Provinsi Riau dengan meraih peringkat VI dari seluruh kabupaten/kota peserta. Meski belum berhasil menembus lima besar, hasil tersebut tetap menjadi bukti konsistensi pembinaan tilawah Al-Qur'an yang selama ini dilakukan Pemerintah Kabupaten Siak.

Pengumuman hasil perlombaan disampaikan pada malam penutupan MTQ ke-44 Tingkat Provinsi Riau yang berlangsung meriah di Tepian Narosa, Kota Jalur, Kabupaten Kuantan Singingi, Jumat (3/7/2026) malam. Ribuan masyarakat memadati arena utama untuk menyaksikan penutupan sekaligus pengumuman para juara dari berbagai cabang perlombaan.

Ajang tahunan yang menjadi agenda keagamaan terbesar di Provinsi Riau tersebut diikuti seluruh kafilah dari 12 kabupaten/kota. Selama sepekan pelaksanaan, para peserta menampilkan kemampuan terbaik dalam berbagai cabang perlombaan Al-Qur'an, mulai dari tilawah, tahfiz, tafsir, syarhil Quran, fahmil Quran hingga cabang seni islami lainnya.

Wakil Bupati Siak Syamsurizal hadir langsung bersama sang istri, Siti Sarifah, mengikuti prosesi penutupan MTQ. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan sekaligus apresiasi kepada seluruh anggota kafilah Kabupaten Siak yang telah berjuang mengharumkan nama daerah.

MTQ ke-44 tahun ini mengusung tema "Aktualisasi Spirit Al-Qur'an Wujudkan Riau Bermarwah dan Hebat." Tema tersebut mengandung makna penting bahwa nilai-nilai Al-Qur'an harus terus diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sehingga mampu melahirkan masyarakat yang religius, berakhlak mulia, serta berdaya saing.

Berdasarkan keputusan dewan hakim, Kabupaten Siak berhasil menempati posisi keenam dalam perolehan nilai keseluruhan. Selain itu, Siak juga berhasil mencatat prestasi membanggakan pada sejumlah kategori pendukung.

Pada kategori Pawai Ta'aruf dan Perahu Hias, Kabupaten Siak berhasil meraih Juara Harapan I dengan nilai 87,20. Penampilan kafilah Siak dinilai mampu menampilkan kekayaan budaya Melayu yang berpadu dengan semangat syiar Islam secara menarik dan kreatif.

Tak hanya itu, Stand Pameran Kabupaten Siak juga sukses meraih Juara III dengan nilai 89,67. Stand tersebut mendapat apresiasi karena mampu menampilkan berbagai potensi daerah, mulai dari budaya, pariwisata, kerajinan, hingga produk unggulan UMKM yang menjadi identitas Kabupaten Siak.

Usai menerima hasil penilaian, Wakil Bupati Siak Syamsurizal mengaku bersyukur atas capaian yang berhasil diraih seluruh kafilah. Menurutnya, hasil tersebut merupakan buah dari proses panjang pembinaan, latihan, dan kerja keras para peserta serta seluruh tim pendamping.

"Alhamdulillah, kita bersyukur atas hasil yang telah diraih. Prestasi ini patut kita apresiasi sebagai hasil dari usaha dan kerja keras seluruh kafilah serta tim pembina," ujar Syamsurizal.

Ia mengakui masih ada sejumlah hal yang perlu dievaluasi agar Kabupaten Siak mampu meningkatkan prestasi pada penyelenggaraan MTQ mendatang. Karena itu, ia meminta seluruh peserta tidak berkecil hati, melainkan menjadikan hasil tahun ini sebagai motivasi untuk berlatih lebih giat.

"Meski tahun ini Kabupaten Siak berada di peringkat keenam, saya berharap seluruh peserta tetap semangat dan terus meningkatkan prestasi pada pelaksanaan MTQ yang akan datang," katanya.

Menurut Syamsurizal, kemenangan dalam MTQ bukan semata-mata soal peringkat, tetapi juga bagaimana ajang tersebut mampu menjadi media pembinaan generasi muda agar semakin mencintai Al-Qur'an dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga memberikan apresiasi khusus atas keberhasilan Kabupaten Siak meraih penghargaan pada kategori Pawai Ta'aruf, Perahu Hias, dan Stand Pameran. Menurutnya, penghargaan tersebut menunjukkan bahwa Siak tidak hanya memiliki kemampuan dalam bidang tilawah Al-Qur'an, tetapi juga mampu memperkenalkan budaya Melayu serta berbagai potensi daerah kepada masyarakat Riau.

"Pencapaian ini tentu menjadi kebanggaan bagi masyarakat Siak. Selain berkompetisi di bidang keagamaan, kita juga berhasil memperkenalkan budaya, potensi daerah, dan identitas Kabupaten Siak melalui berbagai kategori pendukung," ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Siak, lanjut Syamsurizal, akan terus memperkuat pembinaan qari dan qariah melalui program pelatihan yang berkelanjutan. Pembinaan sejak usia dini dinilai menjadi langkah strategis untuk mencetak generasi Qurani yang mampu bersaing di tingkat provinsi bahkan nasional.

Selain meningkatkan kualitas peserta, pemerintah juga berkomitmen memperluas berbagai program keagamaan di tengah masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang religius, berkarakter, dan berakhlak mulia.

Melalui evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MTQ tahun ini, Pemerintah Kabupaten Siak optimistis mampu meningkatkan prestasi pada MTQ tingkat Provinsi Riau berikutnya. Semangat kebersamaan seluruh kafilah, pelatih, pembina, serta dukungan masyarakat diharapkan menjadi modal penting untuk membawa Kabupaten Siak meraih hasil yang lebih baik pada masa mendatang.

Capaian tahun ini pun menjadi bukti bahwa semangat membumikan Al-Qur'an terus tumbuh di Kabupaten Siak, sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan masyarakat yang religius, berbudaya, dan berprestasi.(*02/cinta)