Pacu Jalur Rayon I Inuman 2026 Resmi Dibuka, Bukti Kuatnya Tradisi dan Semangat Kebersamaan Masyarakat Kuansing
INUMAN – Tradisi budaya kebanggaan masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Pacu Jalur, kembali bergema. Bupati Kuantan Singingi, Dr. H. Suhardiman Amby, MM, secara resmi membuka Pacu Jalur Rayon I Inuman Tahun 2026 yang dipusatkan di Kecamatan Inuman, Kamis (11/6/2026) petang.
Pembukaan ajang budaya tahunan tersebut berlangsung meriah dan penuh semangat. Ribuan masyarakat dari berbagai desa dan kecamatan memadati halaman Kantor Camat Inuman untuk menyaksikan secara langsung pembukaan perlombaan yang telah menjadi identitas masyarakat Kuansing selama ratusan tahun.
Kehadiran Bupati Suhardiman Amby disambut antusias masyarakat. Suasana semakin semarak dengan penampilan pawai budaya yang menampilkan kekayaan tradisi daerah serta aksi Marching Band Gita Panglima Baswara Datuk Panglimo Dalam yang diperankan oleh para santri Pondok Pesantren Imam Saleh.
Turut hadir mendampingi Bupati Kuansing dalam kegiatan tersebut Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana, SH, S.I.K., MH, Ketua TP PKK Kuansing Hj. Yulia Suhardiman, Ketua Komisi III DPRD Kuansing Maulana Imam Saleh, para kepala OPD, camat, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Suhardiman Amby menegaskan bahwa Pacu Jalur bukan hanya sekadar perlombaan tradisional, tetapi merupakan warisan budaya yang menjadi simbol persatuan dan kebanggaan masyarakat Kuantan Singingi.
Menurutnya, keberadaan Pacu Jalur hingga saat ini tidak terlepas dari peran seluruh elemen masyarakat yang terus menjaga dan melestarikan tradisi tersebut sebagai bagian dari jati diri daerah.
"Pacu Jalur bukan hanya perlombaan, tetapi identitas dan kebanggaan masyarakat Kuansing yang harus terus kita jaga bersama. Tradisi ini mengandung nilai kebersamaan, gotong royong, kekompakan dan semangat persatuan yang sangat kuat,” ujar Suhardiman.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, pemilik jalur, tokoh adat, pemerintah kecamatan, serta masyarakat yang telah berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan Pacu Jalur Rayon I Inuman Tahun 2026.
Lebih lanjut, Bupati mengatakan bahwa tahun 2026 menjadi tahun yang istimewa bagi Kabupaten Kuantan Singingi. Selain menjadi tuan rumah berbagai agenda budaya, Kuansing juga dipercaya menjadi penyelenggara Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Provinsi Riau ke-44.
Momentum tersebut dinilai menjadi kesempatan besar untuk memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat luas, baik dari sisi budaya maupun nilai-nilai religius yang menjadi ciri khas masyarakat Kuansing.
“Kita ingin menyambut tamu dari seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi Riau dengan wajah Kuansing yang religius, berbudaya, dan penuh keramahan. Pacu Jalur dan MTQ merupakan dua agenda besar yang akan menunjukkan kekuatan budaya dan nilai keagamaan masyarakat kita,” katanya.
Bupati menegaskan bahwa Pacu Jalur dan MTQ memiliki peran penting dalam membangun citra positif daerah. Jika Pacu Jalur menjadi simbol kekayaan budaya dan kebersamaan masyarakat, maka MTQ menjadi sarana memperkuat syiar Islam serta pembinaan generasi Qurani.
Karena itu, Suhardiman mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan kedua agenda besar tersebut.
"Pacu Jalur adalah identitas daerah kita, sedangkan MTQ memperkuat nilai-nilai keislaman. Mari kita sukseskan bersama dengan semangat Siang Bapacu, Malam Mangaji,” ungkapnya.
Ajakan tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang hadir. Semangat kebersamaan yang menjadi ciri khas masyarakat Kuansing tampak begitu kuat sepanjang acara berlangsung.
Sementara itu, Ketua Panitia Pacu Jalur Rayon I Inuman, Emri Nofdiles, S.Pd, dalam laporannya menyampaikan bahwa sebanyak 47 jalur dari berbagai desa dan kecamatan ikut ambil bagian dalam perlombaan tahun ini.
Jumlah peserta yang cukup banyak tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam mempertahankan tradisi Pacu Jalur sebagai warisan budaya daerah.
Selain itu, panitia juga telah menyiapkan total hadiah sebesar Rp76,5 juta yang akan diperebutkan para peserta.
"Partisipasi masyarakat tahun ini sangat luar biasa. Sebanyak 47 jalur ikut berlaga dan panitia telah menyediakan total hadiah sebesar Rp76,5 juta bagi para pemenang,” jelas Emri.
Di sisi lain, Camat Inuman Suparman, S.Pd, menyampaikan bahwa Pacu Jalur tidak hanya memberikan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan.
Menurutnya, pelaksanaan Pacu Jalur mampu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari sektor perdagangan, kuliner, jasa transportasi hingga usaha mikro dan kecil yang tumbuh di sekitar lokasi perlombaan.
"Pacu Jalur menjadi wadah mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat. Banyak pelaku usaha yang merasakan manfaat dari kegiatan ini,” ujarnya.
Kemegahan pembukaan Pacu Jalur Rayon I Inuman Tahun 2026 menjadi bukti bahwa tradisi budaya tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Kuantan Singingi.
Di tengah perkembangan zaman, Pacu Jalur terus hidup sebagai simbol kebersamaan, semangat gotong royong, dan kebanggaan daerah.
Dengan dukungan pemerintah daerah, tokoh adat, pemilik jalur serta seluruh masyarakat, Pacu Jalur diyakini akan terus berkembang dan menjadi daya tarik budaya yang mampu mengharumkan nama Kuantan Singingi di tingkat regional maupun nasional.
Naskah ini ditulis dengan gaya infotorial yang menonjolkan nilai budaya, pembangunan daerah, dan peran pemerintah dalam melestarikan tradisi Pacu Jalur.(Inf)








Tulis Komentar