Lapas Pasir Pangarayan Bentuk Kelompok Tani

Pasir Pengaraian – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembinaan bagi warga binaan. Tidak hanya berfokus pada pembinaan kepribadian, Lapas juga memperkuat program pembinaan kemandirian melalui sektor pertanian dengan membentuk Kelompok Tani "L'Pasian Bersahabat", Rabu (15/7), di Aula Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan.

Pembentukan kelompok tani ini menjadi langkah strategis untuk mengorganisasi warga binaan yang mengikuti program pembinaan di bidang pertanian. Kehadiran wadah tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem pembinaan yang lebih terarah, terstruktur, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi bekal keterampilan bagi warga binaan ketika kembali ke tengah masyarakat.

Kegiatan diawali dengan penyuluhan mengenai kelompok tani yang diberikan kepada para warga binaan. Dalam penyuluhan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya organisasi kelompok dalam mendukung keberhasilan usaha pertanian, mulai dari perencanaan kegiatan, pembagian tugas, hingga pengelolaan hasil secara bersama-sama.

Suasana kegiatan berlangsung penuh antusias. Para warga binaan mengikuti setiap materi yang disampaikan dengan serius, menunjukkan semangat mereka untuk memperoleh ilmu dan pengalaman baru yang dapat menjadi modal berharga setelah menyelesaikan masa pembinaan.

Kepala Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan, Efendi Parlindungan Purba, mengatakan bahwa pembentukan Kelompok Tani "L'Pasian Bersahabat" merupakan salah satu bentuk nyata pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan di lingkungan pemasyarakatan.

Menurutnya, pembinaan di bidang pertanian bukan sekadar aktivitas untuk mengisi waktu selama menjalani masa pidana, tetapi merupakan investasi keterampilan yang akan sangat berguna ketika warga binaan kembali menjalani kehidupan bermasyarakat.

"Kelompok tani ini diharapkan menjadi wadah yang mampu mendukung pelaksanaan pembinaan kemandirian di bidang pertanian. Melalui kegiatan yang terorganisir, warga binaan dapat belajar bekerja sama, bertanggung jawab, sekaligus memperoleh keterampilan yang nantinya dapat dimanfaatkan sebagai sumber penghidupan setelah bebas," ujarnya.

Setelah penyuluhan selesai, Kalapas membacakan hasil pembentukan kepengurusan Kelompok Tani "L'Pasian Bersahabat" yang telah disepakati bersama dalam musyawarah. Pembentukan struktur kepengurusan menjadi langkah awal agar seluruh kegiatan pembinaan pertanian dapat berjalan lebih efektif dengan pembagian tugas yang jelas.

Dengan adanya kepengurusan tersebut, setiap anggota kelompok memiliki tanggung jawab sesuai perannya masing-masing. Hal ini diharapkan mampu membangun rasa kepemilikan, disiplin, serta semangat gotong royong dalam menjalankan seluruh program pertanian di lingkungan Lapas.

Tidak berhenti pada pembentukan organisasi, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan survei ke lahan ketahanan pangan yang berada di area Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan. Penyuluh pertanian bersama jajaran petugas Lapas dan seluruh peserta meninjau langsung kondisi lahan yang akan dimanfaatkan sebagai lokasi praktik pembinaan.

Survei dilakukan untuk melihat kesiapan lahan sekaligus mengidentifikasi potensi pengembangan berbagai komoditas pertanian yang sesuai dengan kondisi lingkungan. Melalui pemanfaatan lahan yang optimal, program pembinaan diharapkan mampu berjalan secara berkesinambungan dan menghasilkan manfaat nyata.

Lahan ketahanan pangan tersebut nantinya akan menjadi tempat belajar bagi warga binaan dalam berbagai tahapan budidaya pertanian, mulai dari pengolahan tanah, penanaman, pemeliharaan tanaman, hingga proses panen. Dengan metode praktik langsung, warga binaan diharapkan memperoleh pengalaman nyata yang dapat diterapkan ketika kembali ke masyarakat.

Selain memberikan keterampilan teknis, kegiatan pertanian juga diyakini mampu membentuk karakter positif. Aktivitas mengolah lahan membutuhkan ketekunan, kedisiplinan, kesabaran, kerja sama, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut merupakan bagian penting dalam proses pembinaan agar warga binaan mampu menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana.

Program ini juga menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan yang tersedia di lingkungan Lapas. Lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara maksimal akan diolah menjadi area produktif sehingga memberikan nilai tambah bagi pembinaan maupun lingkungan pemasyarakatan.

Pembentukan Kelompok Tani "L'Pasian Bersahabat" selaras dengan pelaksanaan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada poin penguatan kemandirian pangan melalui pengembangan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan di Lapas dan Rumah Tahanan Negara dengan memanfaatkan lahan-lahan tidur (idle land).

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong lembaga pemasyarakatan agar tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjalani masa pidana, tetapi juga sebagai pusat pembinaan yang mampu menghasilkan sumber daya manusia yang produktif, mandiri, dan siap berkontribusi positif bagi masyarakat.

Di sisi lain, program ini juga sejalan dengan arah kebijakan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan berbagai potensi lahan yang dimiliki instansi pemerintah sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Melalui pembentukan Kelompok Tani "L'Pasian Bersahabat", Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan berharap pembinaan kemandirian dapat berjalan lebih optimal. Warga binaan tidak hanya memperoleh pengalaman bertani, tetapi juga belajar mengenai manajemen kelompok, kepemimpinan, komunikasi, hingga pentingnya bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama.

Dengan bekal keterampilan tersebut, para warga binaan diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat. Pertanian bukan hanya menjadi media pembelajaran, tetapi juga menjadi jalan untuk menumbuhkan harapan, kepercayaan diri, serta semangat memulai lembaran baru sebagai pribadi yang mandiri, produktif, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.(*02/cinta)