Lapas Pekanbaru Tebar Kepedulian Lewat Program Jumat Berkah dan Kasih, Salurkan Sembako untuk Warga Sekitar

PEKANBARU – Kepedulian terhadap masyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah atau lembaga sosial. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru juga menunjukkan komitmennya melalui aksi nyata dengan menggelar kegiatan sosial Jumat Berkah dan Kasih, yang diisi dengan pembagian paket sembako kepada masyarakat di sekitar lingkungan lapas, Jumat (3/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk implementasi dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta 21 Arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan yang mendorong seluruh jajaran pemasyarakatan untuk semakin hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung.

Sejak pagi, suasana di sekitar Lapas Kelas IIA Pekanbaru tampak berbeda. Sejumlah petugas bersama pejabat struktural telah bersiap menyalurkan bantuan kepada warga yang telah didata sebelumnya. Paket sembako yang berisi kebutuhan pokok diserahkan langsung kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan.

Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, turun langsung memimpin kegiatan tersebut. Didampingi jajaran pejabat struktural dan staf, ia menyapa masyarakat satu per satu sambil menyerahkan bantuan secara langsung.

Kehadiran pimpinan lapas di tengah masyarakat mencerminkan semangat pelayanan yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan warga binaan, tetapi juga pada penguatan hubungan sosial dengan lingkungan sekitar.

Dalam keterangannya, Yuniarto mengatakan bahwa kegiatan Jumat Berkah dan Kasih merupakan agenda sosial yang menjadi bagian dari komitmen pemasyarakatan dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, paradigma pemasyarakatan saat ini tidak lagi hanya berfokus pada pembinaan narapidana di dalam lapas, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian, dan pengabdian kepada masyarakat.


"Kegiatan Jumat Berkah dan Kasih ini menjadi salah satu wujud nyata bahwa Pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan warga binaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membantu masyarakat sekitar," ujar Yuniarto.

Ia menambahkan bahwa bantuan yang diberikan memang tidak selalu mampu memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat. Namun, yang terpenting adalah semangat berbagi dan membangun rasa kebersamaan sehingga kehadiran Lapas dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Program sosial seperti ini juga diharapkan mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan yang selama ini terus melakukan berbagai pembenahan, baik dari sisi pelayanan maupun pengabdian kepada masyarakat.

Selama kegiatan berlangsung, suasana penuh kehangatan tampak menyelimuti proses pembagian bantuan. Warga yang hadir terlihat tertib mengantre untuk menerima paket sembako. Senyum dan rasa syukur terpancar dari wajah para penerima manfaat yang merasa terbantu dengan adanya bantuan tersebut.

Salah seorang warga penerima bantuan, Ibu Nisa (48), mengaku sangat bersyukur atas perhatian yang diberikan oleh Lapas Kelas IIA Pekanbaru.

Menurutnya, bantuan kebutuhan pokok seperti ini sangat berarti, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang bagi sebagian masyarakat.

"Kami sangat bersyukur dan terbantu dengan adanya bantuan ini. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut karena sangat bermanfaat bagi kami," ungkapnya.

Ucapan terima kasih serupa juga disampaikan sejumlah warga lainnya. Mereka berharap kegiatan sosial yang digelar Lapas Pekanbaru dapat menjadi agenda rutin sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.

Program Jumat Berkah dan Kasih bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya membangun hubungan yang harmonis antara lembaga pemasyarakatan dengan masyarakat sekitar.

Melalui kegiatan tersebut, Lapas Kelas IIA Pekanbaru ingin menunjukkan bahwa keberadaan institusi pemasyarakatan tidak terpisah dari kehidupan sosial masyarakat. Sebaliknya, lapas berupaya menjadi bagian dari solusi melalui berbagai aksi kemanusiaan dan kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan warga.

Semangat gotong royong, kepedulian, dan kebersamaan menjadi nilai utama yang terus ditanamkan dalam setiap pelaksanaan program tersebut.

Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, kegiatan sosial seperti ini juga menjadi sarana bagi jajaran petugas pemasyarakatan untuk menumbuhkan rasa empati, mempererat hubungan dengan lingkungan sekitar, serta meningkatkan citra positif institusi di mata publik.

Dalam beberapa waktu terakhir, jajaran pemasyarakatan di berbagai daerah memang terus didorong untuk menghadirkan program-program yang bersifat humanis dan berdampak langsung kepada masyarakat.

Melalui implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta 21 Arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan, seluruh satuan kerja diharapkan mampu menunjukkan bahwa pemasyarakatan merupakan institusi yang tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Lapas Kelas IIA Pekanbaru berkomitmen untuk terus melaksanakan berbagai kegiatan sosial secara berkelanjutan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Dengan semangat berbagi dan melayani, diharapkan hubungan harmonis antara Lapas dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik. Di sisi lain, kegiatan seperti Jumat Berkah dan Kasih juga menjadi bukti bahwa pemasyarakatan terus bertransformasi menjadi institusi yang semakin humanis, terbuka, peduli, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.(*02/cinta)