Afni Dorong BSP Gandeng Investor, Targetkan Dividen Kembali Tembus Rp300 Miliar
PEKANBARU – Bupati Siak Afni Zulkifli mendorong PT Bumi Siak Pusako (BSP) membuka peluang kerja sama dengan investor untuk memperkuat permodalan dan mempercepat peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas). Langkah tersebut dinilai menjadi kunci agar perusahaan milik daerah itu mampu kembali menjadi penyumbang utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui peningkatan dividen.
Pesan itu disampaikan Afni saat menghadiri pelantikan Direktur PT BSP periode 2026–2031 di Pekanbaru, Selasa (7/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa BSP harus mampu menjawab tantangan industri migas yang membutuhkan investasi besar sekaligus membuktikan bahwa perusahaan daerah dapat dikelola secara profesional.
Menurut Afni, perkembangan BSP kini menjadi perhatian pemerintah pusat. Dalam sejumlah agenda nasional yang dihadirinya, pejabat di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bahkan kerap menanyakan perkembangan perusahaan migas milik Kabupaten Siak tersebut.
"Setiap ada agenda nasional, Menteri selalu menanyakan perkembangan BSP. Ini menunjukkan bahwa sektor energi menjadi salah satu program prioritas Presiden. BSP merupakan perusahaan strategis yang juga menjadi perhatian pemerintah pusat," ujar Afni.
Ia mengatakan perhatian pemerintah pusat itu harus dijadikan motivasi untuk mempercepat pengembangan perusahaan. Salah satu langkah yang dinilai paling realistis adalah membuka ruang kemitraan dengan investor maupun pihak ketiga.
Afni menjelaskan, industri migas merupakan sektor yang membutuhkan investasi dengan nilai sangat besar. Karena itu, perusahaan tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan modal sendiri apabila ingin meningkatkan produksi secara signifikan.
"Investasi di sektor migas membutuhkan modal yang sangat besar. Regulasi untuk membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga sebenarnya sudah disiapkan pada masa transisi. Tinggal dilanjutkan agar perusahaan bisa bergerak lebih cepat," katanya.
Ia menegaskan bahwa membuka peluang investasi bukan berarti mengurangi peran daerah, melainkan memperkuat kapasitas perusahaan agar mampu bersaing dan berkembang di tengah dinamika industri migas nasional.
Dalam kesempatan itu, Afni juga menyampaikan keyakinannya terhadap kemampuan putra-putri daerah dalam mengelola perusahaan migas. Namun, menurutnya, kepercayaan tersebut harus dibuktikan melalui kinerja yang nyata, profesionalisme, serta tata kelola perusahaan yang baik.
"Hari ini semua mata tertuju kepada BSP. Mampu atau tidak putra-putri Riau mengelola perusahaan migas ini. Saya yakin kita mampu. Jangan sampai kesempatan ini hilang karena kita tidak siap," tegasnya.
Bupati perempuan pertama di Kabupaten Siak itu mengingatkan bahwa sejak awal BSP didirikan dengan tujuan mengelola potensi sumber daya alam daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan PAD.
Setelah melewati berbagai tantangan, BSP kini kembali menjadi salah satu penopang keuangan daerah, terutama di tengah kondisi fiskal nasional yang masih mengalami tekanan.
"Di tengah tekanan fiskal nasional, perusahaan ini mampu memberikan dividen yang sangat berarti bagi Kabupaten Siak," ujarnya.
Meski demikian, Afni mengingatkan masih ada pekerjaan rumah besar yang harus segera diselesaikan. Salah satunya adalah tingginya biaya produksi perusahaan yang saat ini masih berada pada kisaran 95 hingga 97 persen.
Menurutnya, angka tersebut harus ditekan melalui berbagai langkah efisiensi agar keuntungan perusahaan semakin besar dan berdampak langsung terhadap peningkatan dividen bagi pemerintah daerah.
"Bagi kami, yang paling penting adalah dividen meningkat. Tahun ini Kabupaten Siak menerima dividen sekitar Rp100 miliar. Dulu, pada masa Bupati Arwin, BSP pernah menyumbangkan dividen lebih dari Rp300 miliar," katanya.
Afni mengenang bahwa dividen dalam jumlah besar tersebut pernah menjadi sumber pendanaan berbagai pembangunan strategis di Kabupaten Siak.
"Dana itulah yang membangun Jembatan Siak, jalan-jalan, perkantoran, dan berbagai infrastruktur daerah. Artinya, ketika BSP sehat, manfaatnya langsung dirasakan masyarakat," ujarnya.
Karena itu, ia berharap kepemimpinan Direktur BSP yang baru, Robby Junita, mampu membawa perusahaan kembali mencapai masa kejayaannya dengan meningkatkan produksi, memperbaiki efisiensi, serta memperkuat tata kelola perusahaan.
Selain peningkatan produksi, Afni juga menekankan pentingnya penerapan prinsip good corporate governance atau tata kelola perusahaan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Menurutnya, kepercayaan investor maupun pemerintah pusat hanya akan tumbuh apabila perusahaan mampu menunjukkan profesionalisme dalam setiap pengambilan keputusan.
Ia juga meminta jajaran manajemen memperkuat komunikasi dengan pemerintah pusat, Kementerian ESDM, SKK Migas, dan seluruh pemangku kepentingan lainnya agar berbagai program strategis dapat berjalan lebih cepat.
Salah satu proyek yang menjadi perhatian khusus adalah pembangunan jaringan pipa migas. Afni menilai proyek tersebut harus segera diputuskan agar biaya transportasi produksi dapat ditekan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.
"Segera putuskan langkah terbaik terkait pembangunan pipa agar biaya angkut dapat ditekan dan produksi meningkat," pungkasnya.
Dengan strategi membuka peluang investasi, meningkatkan efisiensi, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dan mitra usaha, Pemerintah Kabupaten Siak berharap PT Bumi Siak Pusako kembali menjadi perusahaan daerah yang sehat dan mampu mengembalikan dividen hingga menembus lebih dari Rp300 miliar per tahun, sebagaimana pernah dicapai pada masa-masa terbaik perusahaan tersebut.(*02/cinta)








Tulis Komentar