Semarak 1 Muharram 1448 H di Lapas Pekanbaru, Warga Binaan Tunjukkan Bakat dan Semangat Hijrah Melalui Perlombaan Religi

Pekanbaru – Suasana berbeda terasa di Masjid At-Taubah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru, Senin (15/6/2026). Jika biasanya aktivitas pembinaan berlangsung seperti hari-hari biasa, kali ini masjid yang berada di dalam lingkungan lapas tersebut dipenuhi semangat religius dan antusiasme warga binaan dalam menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.

Dalam rangka memperingati momentum penting bagi umat Islam tersebut, Lapas Kelas IIA Pekanbaru melalui Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik menggelar serangkaian perlombaan bernuansa religi yang diikuti oleh warga binaan. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan kepribadian yang selama ini terus dikembangkan untuk membentuk karakter, meningkatkan spiritualitas, serta mempersiapkan warga binaan kembali ke tengah masyarakat.

Perlombaan yang digelar bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan juga sarana pembelajaran dan penguatan nilai-nilai keagamaan. Berbagai cabang lomba disiapkan panitia, mulai dari lomba Adzan, Seni Tilawah Al-Qur'an, Tahfidz Al-Qur'an, Sholat Witir hingga Tausiyah.

Kegiatan dibuka secara resmi di Masjid At-Taubah dengan suasana yang khidmat. Perlombaan hari pertama diawali dengan lomba Adzan yang langsung menarik perhatian peserta maupun warga binaan lainnya yang hadir sebagai pendukung. Satu per satu peserta tampil menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam mengumandangkan panggilan shalat dengan penuh penghayatan.

Lantunan suara adzan yang menggema di dalam lapas menciptakan suasana haru sekaligus menyejukkan. Tak sedikit peserta yang mengaku telah melakukan persiapan jauh hari sebelumnya agar dapat tampil maksimal dalam perlombaan tersebut.

Pelaksanaan kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembinaan di dalam lapas tidak hanya berfokus pada aspek kedisiplinan dan keterampilan, tetapi juga pembinaan mental dan spiritual. Melalui pendekatan keagamaan, warga binaan didorong untuk melakukan refleksi diri, memperbaiki kualitas ibadah, serta membangun optimisme untuk menjalani kehidupan yang lebih baik di masa depan.

Untuk menjaga kualitas pelaksanaan lomba, panitia menghadirkan dewan juri yang memiliki kompetensi di bidangnya. Mereka berasal dari Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Provinsi Riau, Kementerian Agama Kota Pekanbaru, serta Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) Kota Pekanbaru.

Kehadiran para juri eksternal tersebut memberikan nilai tambah tersendiri bagi kegiatan. Selain menjamin objektivitas penilaian, para peserta juga memperoleh masukan dan pembelajaran langsung dari tokoh-tokoh yang berpengalaman dalam bidang keagamaan.

Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, menjelaskan bahwa peringatan Tahun Baru Islam menjadi momentum yang tepat untuk mengajak warga binaan melakukan hijrah menuju perubahan yang lebih baik.

Menurutnya, semangat hijrah yang terkandung dalam peringatan 1 Muharram memiliki makna mendalam bagi warga binaan. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri, meninggalkan kesalahan masa lalu, dan membangun masa depan yang lebih baik.

"Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi warga binaan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, sekaligus sebagai sarana pembinaan karakter agar mereka dapat menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke tengah masyarakat," ujar Yuniarto.

Ia menambahkan bahwa program pembinaan berbasis keagamaan selama ini telah memberikan dampak positif terhadap perubahan perilaku warga binaan. Banyak di antara mereka yang semakin aktif mengikuti kegiatan keagamaan, memperbaiki akhlak, serta menunjukkan sikap yang lebih disiplin dalam menjalani kehidupan sehari-hari di dalam lapas.

Tak hanya pihak lapas, para peserta juga merasakan manfaat besar dari kegiatan tersebut. Salah seorang warga binaan peserta lomba, Husein, mengaku sangat bersyukur mendapatkan kesempatan untuk ikut ambil bagian dalam perlombaan yang diselenggarakan.

Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman berharga yang tidak hanya meningkatkan kepercayaan diri, tetapi juga memperkuat hubungan spiritualnya dengan Allah SWT.

"Saya merasa senang dan termotivasi mengikuti lomba ini. Selain menambah kepercayaan diri, kegiatan ini juga membuat saya lebih mendekatkan diri kepada Allah dan memperbaiki bacaan serta ibadah saya," ungkap Husein.

Pengakuan serupa juga dirasakan oleh peserta lainnya yang menjadikan perlombaan tersebut sebagai sarana mengasah kemampuan sekaligus memperkuat semangat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

Selama enam hari ke depan, seluruh rangkaian perlombaan akan terus berlangsung dengan menampilkan berbagai kemampuan terbaik warga binaan. Panitia berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah positif untuk menyalurkan bakat, meningkatkan motivasi belajar agama, serta membangun rasa percaya diri di kalangan peserta.

Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini mencerminkan wajah pembinaan pemasyarakatan yang humanis dan berorientasi pada perubahan. Di balik tembok lapas, para warga binaan diberi kesempatan untuk terus belajar, berkembang, dan memperbaiki diri melalui berbagai program yang konstruktif.

Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di Lapas Kelas IIA Pekanbaru pun menjadi simbol harapan baru. Semangat hijrah yang diusung dalam kegiatan tersebut tidak hanya menjadi tema seremonial, tetapi diwujudkan dalam langkah nyata melalui pembinaan spiritual yang berkelanjutan.

Dengan dukungan seluruh pihak, diharapkan kegiatan ini mampu menumbuhkan semangat religius, memperkuat nilai-nilai keagamaan, serta meningkatkan rasa persaudaraan dan kebersamaan di lingkungan Lapas Pekanbaru. Pada akhirnya, pembinaan yang dilakukan diharapkan dapat melahirkan individu-individu yang lebih siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, lebih beriman, dan lebih bertanggung jawab terhadap kehidupan mereka di masa mendatang.(*02/cinta)