34 Brigade Pangan di Rokan Hilir Terima Bantuan Alsintan, Percepat Modernisasi Pertanian dan Perkuat Ketahanan Pangan
BAGANSIAPIAPI – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir dalam memperkuat sektor pertanian kembali mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia, sebanyak 34 Brigade Pangan di Kabupaten Rokan Hilir menerima bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) sebagai upaya mempercepat modernisasi pertanian sekaligus meningkatkan produktivitas pangan di daerah.
Bantuan yang disalurkan pada tahun 2026 tersebut menjadi bagian dari program nasional dalam memperkuat ketahanan pangan. Tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi padi, program ini juga diarahkan untuk meningkatkan efisiensi kerja petani, mengurangi biaya produksi, serta memperbaiki kualitas hasil panen melalui penggunaan teknologi pertanian modern.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Rokan Hilir menjadi instansi yang dipercaya untuk mengoordinasikan penyaluran bantuan kepada brigade pangan yang tersebar di sejumlah kecamatan. Brigade pangan sendiri merupakan kelompok yang dibentuk untuk mendukung percepatan tanam, pengolahan lahan, hingga pengelolaan hasil panen secara lebih profesional.
Berbagai jenis alsintan disalurkan dalam program tersebut, mulai dari alat pengolahan lahan, mesin tanam, hingga teknologi pascapanen seperti mesin pengering gabah (dryer), mesin penggiling padi modern, dan colour sorter yang berfungsi memisahkan beras berdasarkan kualitas warna sehingga menghasilkan produk yang lebih baik dan memiliki nilai jual lebih tinggi.
Bupati Rokan Hilir, H. Bistamam, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian atas perhatian yang diberikan kepada daerahnya. Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk nyata dukungan pemerintah pusat terhadap upaya meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
"Ini merupakan bantuan yang sangat berarti bagi petani di Kabupaten Rokan Hilir. Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pertanian, yang terus memberikan perhatian terhadap pembangunan sektor pertanian di daerah," ujar Bistamam.
Ia menilai modernisasi pertanian menjadi salah satu kunci menghadapi tantangan pertanian masa depan. Di tengah meningkatnya kebutuhan pangan dan semakin terbatasnya tenaga kerja di sektor pertanian, penggunaan alsintan dinilai mampu meningkatkan efisiensi sekaligus mempercepat proses budidaya.
Selain itu, Bistamam berharap seluruh bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan secara optimal oleh brigade pangan. Ia mengingatkan agar seluruh peralatan dirawat dengan baik sehingga memiliki usia pakai yang panjang dan dapat digunakan secara bergantian oleh kelompok tani.
"Kami berharap seluruh brigade pangan dapat memanfaatkan bantuan ini secara maksimal. Jangan hanya digunakan sesaat, tetapi harus dirawat sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh para petani," katanya.
Keberadaan brigade pangan dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah. Dengan dukungan alsintan modern, proses pengolahan lahan yang sebelumnya membutuhkan waktu berhari-hari kini dapat diselesaikan dalam waktu yang jauh lebih singkat.
Efisiensi tersebut diharapkan berdampak langsung terhadap peningkatan indeks pertanaman. Petani dapat melakukan percepatan masa tanam sehingga peluang panen lebih dari satu kali dalam setahun semakin terbuka.
Tidak hanya pada tahap budidaya, bantuan teknologi pascapanen juga dipandang memiliki dampak besar terhadap peningkatan pendapatan petani. Selama ini, kualitas gabah dan beras sering menjadi kendala karena proses pengeringan dan pengolahan yang masih dilakukan secara sederhana.
Dengan adanya mesin pengering gabah, kadar air hasil panen dapat dijaga sesuai standar sehingga kualitas beras menjadi lebih baik. Sementara penggunaan mesin penggiling modern dan colour sorter mampu menghasilkan beras yang lebih bersih, seragam, dan memiliki daya saing lebih tinggi di pasaran.
DKPP Rokan Hilir juga akan melakukan pendampingan kepada brigade pangan agar seluruh alsintan dapat dioperasikan dengan benar. Pendampingan tersebut mencakup pelatihan penggunaan alat, perawatan berkala, hingga manajemen operasional agar seluruh bantuan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Program ini juga diharapkan mampu menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian. Dengan hadirnya teknologi modern, aktivitas bertani tidak lagi identik dengan pekerjaan berat yang seluruhnya mengandalkan tenaga manusia, melainkan menjadi sektor usaha yang lebih efisien, produktif, dan menjanjikan.
Rokan Hilir sendiri memiliki potensi lahan pertanian yang cukup luas dan menjadi salah satu daerah penyangga produksi pangan di Provinsi Riau. Oleh karena itu, peningkatan produktivitas melalui mekanisasi pertanian menjadi langkah strategis dalam mendukung kebutuhan pangan masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Pemkab Rokan Hilir menegaskan akan terus bersinergi dengan pemerintah pusat dalam mengembangkan sektor pertanian. Berbagai program peningkatan produksi, penguatan kelembagaan petani, hingga pemanfaatan teknologi modern akan terus didorong agar pertanian di Rokan Hilir semakin maju dan berdaya saing.
Dengan dukungan 34 brigade pangan yang kini diperkuat alsintan modern, harapan menuju pertanian yang lebih maju semakin terbuka lebar. Modernisasi ini bukan sekadar menghadirkan alat baru, tetapi menjadi investasi jangka panjang untuk meningkatkan produktivitas, menjaga ketahanan pangan, serta mendorong kesejahteraan petani di Kabupaten Rokan Hilir.
Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para petani, Rokan Hilir optimistis mampu menjadi salah satu daerah yang berkontribusi besar terhadap pencapaian target swasembada pangan nasional. Bantuan alsintan ini diharapkan menjadi awal dari transformasi sektor pertanian menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan demi masa depan pertanian yang lebih baik.(*02/cinta)









Tulis Komentar