Penyerahan Hadiah Lomba Semarak Tahun Baru Islam, Bukti Nyata Pembinaan Kepribadian di Lapas Narkotika Rumbai

Pekanbaru – Semangat menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah terasa begitu kental di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Rumbai. Momentum pergantian tahun dalam kalender Hijriah tidak hanya diperingati sebagai seremoni keagamaan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana pembinaan mental dan spiritual bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Rangkaian kegiatan yang telah berlangsung selama beberapa hari itu mencapai puncaknya dengan penyerahan hadiah dan sertifikat kepada para pemenang lomba Islami yang digelar di Masjid At-Taubah Lapas Narkotika Rumbai. Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kehangatan, kebersamaan, dan semangat untuk terus memperbaiki diri.

Berbagai perlombaan bernuansa Islami yang digelar sebelumnya berhasil menarik antusiasme warga binaan. Mulai dari lomba yang menguji kemampuan keagamaan hingga kompetisi yang mendorong penguatan nilai-nilai spiritual, seluruh kegiatan dirancang sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian yang selama ini menjadi salah satu fokus utama di Lapas Narkotika Rumbai.

Penyerahan hadiah dilakukan langsung oleh Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik dan Giatja) Sunu Istiqomah Danu, Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubag TU) Budi Hamidi, serta Kepala Subseksi Registrasi Riko Saputra. Kehadiran para pejabat struktural tersebut menjadi bentuk dukungan dan apresiasi atas semangat warga binaan dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Satu per satu nama pemenang diumumkan di hadapan peserta yang hadir. Tepuk tangan dan sorak gembira dari sesama warga binaan mengiringi langkah para pemenang saat menerima penghargaan. Momen tersebut tidak hanya menjadi ajang pemberian hadiah, tetapi juga menjadi simbol penghargaan terhadap usaha dan perubahan positif yang ditunjukkan oleh para peserta selama mengikuti pembinaan.

Kasi Binadik dan Giatja Sunu Istiqomah Danu mengatakan bahwa kegiatan semarak Tahun Baru Islam merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk membentuk karakter warga binaan melalui pendekatan keagamaan. Menurutnya, pembinaan spiritual memiliki peran penting dalam membantu warga binaan menemukan kembali arah hidup yang lebih baik.

“Peringatan Tahun Baru Islam ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Kami ingin menjadikannya sebagai momentum hijrah, yaitu perubahan menuju pribadi yang lebih baik. Melalui perlombaan dan kegiatan keagamaan, warga binaan diajak untuk meningkatkan pemahaman agama sekaligus memperkuat akhlak dan karakter mereka,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa program pembinaan kepribadian yang dilaksanakan di Lapas Narkotika Rumbai tidak hanya berfokus pada aspek kedisiplinan, tetapi juga menyentuh sisi mental dan spiritual warga binaan. Hal tersebut dilakukan agar mereka memiliki bekal yang cukup ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat.

Menurut Sunu, semangat yang ditunjukkan para peserta selama mengikuti perlombaan menjadi indikator bahwa kegiatan pembinaan yang dilakukan mendapat respons positif dari warga binaan. Banyak di antara mereka yang menunjukkan kesungguhan dalam mempersiapkan diri, berlatih, dan mengikuti setiap tahapan perlombaan.

“Yang kami apresiasi bukan hanya para pemenang, tetapi seluruh peserta yang telah berpartisipasi. Keberanian untuk tampil, kemauan untuk belajar, dan semangat memperbaiki diri merupakan nilai penting yang harus terus dijaga,” tambahnya.

Sementara itu, Kasubag TU Budi Hamidi menyampaikan bahwa pembinaan berbasis keagamaan merupakan salah satu instrumen efektif dalam membangun kesadaran diri warga binaan. Melalui pendekatan spiritual, warga binaan diajak untuk melakukan introspeksi dan memahami makna kehidupan secara lebih mendalam.

Menurutnya, nilai-nilai yang diajarkan dalam Islam seperti kejujuran, tanggung jawab, kesabaran, dan kepedulian sosial merupakan bekal penting yang dapat membantu warga binaan menjalani proses reintegrasi sosial setelah menyelesaikan masa pidana.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus memotivasi warga binaan untuk memperdalam ilmu agama. Ketika nilai-nilai tersebut tertanam kuat dalam diri mereka, maka proses perubahan ke arah yang lebih baik akan berjalan lebih efektif,” katanya.

Masjid At-Taubah yang menjadi lokasi kegiatan selama ini memang memiliki peran sentral dalam pelaksanaan program pembinaan kerohanian di Lapas Narkotika Rumbai. Berbagai aktivitas keagamaan rutin digelar di tempat tersebut, mulai dari pengajian, pembelajaran membaca Al-Qur’an, ceramah agama, hingga peringatan hari-hari besar Islam.

Bagi warga binaan, masjid bukan hanya tempat beribadah, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran dan refleksi diri. Melalui berbagai kegiatan yang dilaksanakan, mereka diberikan kesempatan untuk memperbaiki hubungan dengan Tuhan sekaligus membangun harapan baru bagi masa depan yang lebih baik.

Peringatan Tahun Baru Islam kali ini menjadi bukti nyata bahwa proses pembinaan di lingkungan pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan, tetapi juga mengedepankan pembentukan karakter dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Program-program yang dijalankan bertujuan menciptakan warga binaan yang lebih siap menghadapi kehidupan setelah bebas nanti.

Selain memberikan motivasi kepada para pemenang, penyerahan hadiah juga menjadi penyemangat bagi warga binaan lainnya untuk terus aktif mengikuti berbagai program pembinaan yang tersedia. Apresiasi yang diberikan diharapkan mampu menumbuhkan rasa percaya diri dan keyakinan bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik.

Melalui semangat hijrah yang terkandung dalam peringatan Tahun Baru Islam, Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai terus berkomitmen menghadirkan pembinaan yang humanis, edukatif, dan berkelanjutan. Dengan penguatan nilai-nilai keagamaan sebagai fondasi utama, diharapkan warga binaan dapat menjalani masa pidana dengan penuh makna serta memiliki kesiapan mental, moral, dan spiritual untuk kembali menjadi bagian yang produktif di tengah masyarakat.

Kegiatan penyerahan hadiah lomba semarak Tahun Baru Islam ini pun menjadi gambaran bahwa perubahan positif dapat tumbuh dari mana saja, termasuk dari balik tembok pemasyarakatan. Ketika pembinaan dilakukan dengan pendekatan yang tepat, harapan untuk menciptakan pribadi yang lebih baik akan selalu terbuka bagi setiap warga binaan.(*02/cinta)