Spesialis Maling Kotak Infak Lintas Kabupaten Tumbang di Tapung, Sudah Beraksi Sejak 2023

TAPUNG – Aksi seorang spesialis pencuri kotak infak yang telah beroperasi di sejumlah wilayah di Provinsi Riau akhirnya terhenti. Pria berinisial AR (27), warga Dusun III Tarap Makmur, Perumahan Tarai Gading 2, Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang, berhasil diamankan setelah tertangkap tangan saat mencoba mencuri kotak infak di Masjid Al Faruq, Desa Petapahan Jaya, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Jumat (5/6/2026) dini hari.

Pelaku yang selama ini dikenal lihai mengincar kotak infak masjid itu gagal melancarkan aksinya setelah gerak-geriknya dicurigai warga yang kemudian melakukan pengintaian. Berkat kesigapan masyarakat dan respons cepat aparat kepolisian, AR akhirnya berhasil diamankan beserta barang bukti sebelum sempat melarikan diri.

Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan melalui Kapolsek Tapung Kompol Y.E. Bambang Dewanto membenarkan penangkapan tersebut. Menurutnya, pelaku terlebih dahulu diamankan warga sebelum diserahkan kepada petugas yang datang ke lokasi.

"Benar, pelaku diamankan warga dan personel kami langsung menuju lokasi untuk mengamankan yang bersangkutan," ujar Kompol Bambang.
Yang mengejutkan, dari hasil pemeriksaan terungkap bahwa aksi pencurian kotak infak bukan kali pertama dilakukan AR.

Pelaku mengaku telah menjalankan aksi serupa sejak tahun 2023 dan beroperasi di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Kampar, Kabupaten Rokan Hulu, hingga Kabupaten Pelalawan.
Di wilayah Kabupaten Kampar sendiri, pelaku mengaku pernah melakukan pencurian di sejumlah kecamatan seperti Siak Hulu, Tambang, Tapung, dan Kampa.

Polisi kini masih melakukan pengembangan untuk menelusuri kemungkinan adanya lokasi-lokasi lain yang pernah menjadi sasaran pelaku.

Kapolsek menjelaskan, penangkapan bermula ketika seorang warga bernama Agam (30) melihat seorang pria memasuki area Masjid Al Faruq sekitar pukul 00.30 WIB dengan menggunakan sepeda motor. Merasa curiga dengan gerak-gerik orang tersebut, Agam kemudian memutuskan untuk melakukan pemantauan secara diam-diam.

Kecurigaan itu ternyata beralasan. Setelah tiba di lokasi, pelaku sempat masuk ke area kamar mandi masjid sebelum kemudian bergerak menuju ruang utama masjid. Tidak hanya itu, AR juga terlihat mengintip ke arah gudang dan beberapa ruangan yang berada di lingkungan masjid.

"Melihat tingkah laku yang mencurigakan tersebut, saksi kemudian menghubungi warga lainnya untuk bersama-sama melakukan pengawasan," jelas Kapolsek.

Tak lama kemudian, sejumlah warga berdatangan dan melakukan pencarian di sekitar area masjid. Sekitar pukul 00.50 WIB, pelaku akhirnya ditemukan bersembunyi di belakang masjid sambil memegang dua kotak infak yang diduga hendak dibongkar.

Tanpa memberikan kesempatan untuk melarikan diri, warga langsung mengamankan pelaku dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tapung.
Mendapat laporan dari masyarakat, Kanit Reskrim Polsek Tapung AKP Rhino Handoyo langsung memerintahkan Panit Opsnal Aiptu Benny Reja bersama anggota Unit Reskrim untuk bergerak ke lokasi kejadian.

Petugas kemudian membawa pelaku beserta barang bukti ke Mapolsek Tapung guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Dalam proses interogasi awal, AR mengakui seluruh perbuatannya. Ia bahkan mengungkapkan bahwa isi kotak infak Masjid Al Faruq yang menjadi targetnya diperkirakan mencapai lebih dari Rp1 juta.

"Pelaku mengakui perbuatannya dan mengaku beraksi seorang diri. Dari pengakuannya, isi kotak infak yang menjadi sasaran diperkirakan lebih dari satu juta rupiah," terang Kompol Bambang.
Selain pengakuan pelaku, polisi juga memperoleh bukti kuat dari rekaman kamera pengawas atau CCTV masjid yang memperlihatkan aktivitas AR saat menjalankan aksinya.

Dari hasil pemeriksaan lebih lanjut, diketahui bahwa sebelum melakukan pencurian, pelaku terlebih dahulu melakukan survei terhadap masjid yang akan menjadi target. Ia mempelajari situasi lingkungan, tingkat keamanan, hingga waktu yang dianggap paling aman untuk beraksi.

"Pelaku mengaku sudah melakukan pencurian kotak infak sejak tahun 2023. Sebelum beraksi, dia biasanya melakukan pemantauan terlebih dahulu terhadap masjid yang menjadi sasaran," tambah Kapolsek.
Modus tersebut membuat pelaku cukup lama berhasil menghindari penangkapan. Namun kali ini, kewaspadaan masyarakat menjadi faktor utama yang menggagalkan aksinya.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Kepedulian warga terhadap aktivitas mencurigakan terbukti mampu membantu aparat kepolisian mengungkap tindak kejahatan yang meresahkan.

Saat ini, pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Tapung. Polisi juga tengah mendalami kemungkinan adanya korban-korban lain serta menghitung total kerugian yang ditimbulkan akibat aksi pencurian yang telah dilakukan selama beberapa tahun terakhir.

Kompol Bambang menegaskan bahwa setiap tindak kejahatan pada akhirnya akan terungkap dan pelakunya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

"Semoga ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Tidak ada kejahatan yang sempurna. Cepat atau lambat, setiap perbuatan melanggar hukum pasti akan terungkap dan pelakunya akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku," tegasnya.

Keberhasilan pengungkapan kasus ini mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Warga berharap penangkapan pelaku dapat memberikan efek jera sekaligus menciptakan rasa aman bagi jamaah dan pengurus masjid yang selama ini resah dengan maraknya aksi pencurian kotak infak di berbagai daerah.(01/Leli)